Rihlah Akhirus-Sanah Konsulat Jawa Timur at WBL-amongan

Rihlah Akhirus-Sanah Konsulat Jawa Timur at WBL-amongan

Pondok Pesantren Wali Songo – Minggu (22/06/2014), Setelah menunggu selama 1 hari mukim di Pondok Tercinta, akhirnya Konsulat bisa segera berangkat ke tempat tujuan. Walau suasana sudah sangat pagi tapi para santri tetap semangat. Peserta terdiri dari kelas 1 sampai kelas 5 ditemani beberapa asatidz.

” Walau rencana agak berubah dari semula, tapi ini merupakan kegiatan yang menyenangkan.” Komentar salah satu anggota.

Jika rencana semula tiba di tempat tujuan pada pukul 08.00 pagi, dan ternyata baru sampai pada pukul 09.15 dikarenakan kemacetan dan jalanan yang tidak stabil. Walau panas terik matahari sudah menyongsong tubuh, tapi santri-santri tetap berlari, berkeliaran di berbagai wahana-wahana yang telah disediakan.

” Ini semua adalah refreshing kita setelah melaksanakan beberapa rentetan-rentetan ujian. Agar lebih mempererat tali persaudaraan diantara kami.”

Mukim 1 hari setelah KOSERI

Mukim 1 hari setelah KOSERI

Pondok Pesantren Wali Songo – (21/06/2014) Jum’at malam, setelah diadakannya KOSERI babak I dan II. Dan juga pelepasan santri oeh KH. Heru Saiful Anwar. Dari berbagai Konsulat mulai menyiapkan anggotanya. Konsulat Indonesia Timur, konsulat pertama yang berangkat malam ini juga. Sementara konsulat lainnya masih harus menetap dikarenakan persiapan ini dan itu.

Walau pada malam itu juga, santri sudah boleh pulang, tapi para santri tetap mengikuti agenda yang dijadwalkan konsulat mereka masing-masing. Sebagian ada yang baru akan berangkat pagi atau siang besoknya, bahkan ada yang menetap sampai minggu dan baru akan berangkat.

Konsulat Jawa Timur dan Jawa Tengah, walau dikira jarak mereka sangatlah dekat dibandingkan konsulat lainnya, mereka memilih untuk mukim 1 hari demi kelancaran kegiatan. Konsulat Jawa Timur yang mengadakan Rihlah bersama ke Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Konsulat Jawa Tengah yang akan mengadakan PSAW di Semarang.

“ Untuk Konsulat Jawa Tengah, panitia berangkat malam itu juga. Untuk menyiapkan apa-apa yang harus disiapkan terlebih dahulu sebelum santri tiba.” Ujar salah satu panitia.
Lain halnya untuk Konsulat Jawa Timur. Mereka mukim 1 hari bukanlah karena keinginan mereka sendiri, tapi dikarenakan kondisi yang belum mengizinkan. Sopir Bus yang sudah dipesan jauh-jauh hari tidak bisa datang pada malam itu, dan waktupun harus diundur 1 hari untuk malam selanjutnya.

Walaupun setengah terpaksa. Tapi semua ini sudah diantisipasi dan sudah ada jadwal lain untuk mengisi kekosongan hari tersebut.

“ Pokoknya 1 hari ini, akan kami isi dengan kebersamaan konsulat, mungkin juga keterlambatan 1 hari ini adalah waktu yang diberikan Allah agar kami bisa lebih menjalin kebersamaan kami.” Komentar salah satu panitia perpulangan Konsulat Jawa Timur.

Jadi, Selamat berlibur Adik-adikku dan tetap kibarkan bendera islam di bumi ini.

Khutbah Sebelum Rihlah (KOSERI) Akhir Tahun

Khutbah Sebelum Rihlah (KOSERI) Akhir Tahun

Pondok Pesantren Wali Songo – KOSERI atau Khutbah sebelum Rihlah (Liburan Santri), tradisi yang setiap sebelum perpulangan santri dilaksanakan guna untuk meluruskan niat santri saat pulang nanti. Bagaimana adat santri ketika di rumah dan sekitarnya, bagaimana santri menjaga sikap seolah santri.

Jum’at (21/06/2014), diadakan KOSERI yang terdiri dalam dua babak. Babak pertama dilaksanakan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, yang diisi oleh KH. Moh. Ihsan dan KH. Moh Tholhah yang sebelumnya juga diselingi oleh Ishoma.

“ Liburan panjang bukanlah ajang untuk balas dendam, dan janganlah seperti burung yang lepas dari sangkarnya. Melainkan untuk membuktikan santri tentang apa yang telah didapatnya di pondok ini dan diamalkan ke masyarakat sekitar.” Salah satu kutipan Khutbah dari KH. Moh Ihsan.

Tujuan paling penting diadakannya KOSERI ini adalah, menetapkan iman santri agar tetap dalam jalurnya. Sebagai seorang santri yang berpegang teguh dalam prinsip islam, alangkah harusnya mereka berperilaku sebagai seorang santri.

“ Kita harus tahu, bagaimana bersifat sebagai santri dikala kita tidak dipondok. Jika dipondok ada lonceng yang selalu menuntut kita tetap disiplin, bagaimana menempatkan santri ketika tidak lagi ada lonceng, tapi tetap disiplin. Itu Penting.”

Dalam KOSERI, santri juga dianjurkan mencatat setiap kata yang para Asatidz khutbahkan. Ini untuk bekal mereka dirumah kelak, agar tidak salah tujuan dan agar tidak membuat mereka salah jalur.

KOSERI babak II, dilaksanakan pada malam hari setelah dilaksanakannya shalat Isya’. Sekitar pukul 19.30 WIB yang diisi oleh KH. Heru Saiful Anwar, sekaligus pelepasan santri-santri yang akan berlibur dan pulang ke daerahnya masing-masing.

“ Kami, segenap perangkat pondok, menitipkan salam pada santri-santri sekalian untuk keluarga kalian di rumah. Semoga selamat dijalan dan semoga apa yang pondok berikan pada kalian semua bermanfaat bagi kalian dan orang lain.” Salam terakhir KH. Heru Saiful Anwar, sekaligus pelepasan santri yang diiringi tepuk tangan meriah.

Wajah-wajah gembira tampak dari raut muka para santri. Perpulangan yang bisa dibilang panjang ini tidak hanya sekedar 2 minggu atau 3 minggu, tapi sampai 47 hari kedepan. Mulai malam ini (21/06/2014) hingga 47 hari kedepan (01/08/2014).