Pondok Pesantren Walisongo – Dalam memperingati milad pondok ke-53, mengadakan Islamic Culture Exchange dari Thailand, yang diadakan pada tanggal 04/04/2014 Jum’at lalu di Gd. Auditorium.
“ Pada awalnya, sebuah gagasan masuk kepada kami dari alumni (42) walisongo yang sekarag tinggal di Thailand, untuk mengadakan acara tersebut.” Ujar Ust. Rouf selaku wakil Majlis Pembimbing Santri PA, disela-sela waktu sengangnnya.
Tamu-tamu dari Thailand itu memang sangat penasaran tentang pendidikan islam yang terdapat di pondok kita ini, sepeertinya sudah ada sedikit gambaran tentang Walisongo dari alumni kita. Dan rasa penasaran mereka semakin tinggi, sehingga diadakannya Islamic Culture Exchange.
“ Dan katanya, dari pihak sana juga akan mengirimkan santri-santrinya yang insyaallah berjumlah 5 orang untuk tahun kedepan. 3 orang santri putri dan 2 orang santri putra, kira-kira begitu.”
Acara ini memang murni ajakan dari alumni kita, dan tentu saja Walisongo menyambutnya dengan senang hati. Dari pihak pondok sendiri juga sudah menyiapkan utusan dalam penjemputan mereka. Dan tentu saja ini merupakan gerbang baru sebagai landasan dari cita-cita Walisongo untuk “Goes International “.
Tentu saja dalam acara Islamic Culture Exchange ini tak tertinggal peran penting Pengurus OSWAS dalam persiapan tempat atau gedung Auditorium sebagai tempat yang akan digunakan sebagai tempat berlangsungnya acara.
“ Sebagai penyambutan dari tamu-tamu Thailand kita ini, kami telah menyiapkan beberapa penampilan sebagai perkenalan dari maksud ‘culture’ ini. Diantaranya Marawis, hadroh, Nasyid, Tari Tradisional dll.” Tutur Ka’ Imron selaku ketua OSWAS yang sempat kami wawancarai saat itu.
Persiapan-persiapan penampilan yang sudah dirancang jauh-jauh hari memang mebutuhkan usaha yang ekstra. Dan karena ini merupakan hal baru untuk Walisongo menerima tamu dari luar negeri setelah sekian lama, perlu persiapan yang sangat matang dan lebih mendalam.
Dan dalam persiapan acara tersebut, ada juga halangan dan perubahan rencana semula yang mengakibatkan semakin kerasnya waktu yang dibutuhkan persiapan segalanya mengingat waktu yang sangat terbatas ini. Diantaranya, jika semula dihari jum’at itu rencananya akan diadakan Khotmul-Qur’an seperti acara tahun-tahun yang lalu tapi untuk milad ini tidak ada.
“ Dikarenakan waktu dan juga mengkondisikan keadaan jadi kami terpaksa membatalkan Khotmul-Qur’an. Itulah salah satu sebabnya.”
Alhamdulillah, acara selesai dengan lancar dan mengagumkan. Membuktikan persiapan selama ini tidak sia-sia dan membuktikan bahwa antusiasme Ngabar terhadap acara ini memang menakjubkan.
