Pondok Pesantren Walisongo – Dengan diadakannya Giat Prestasi ke-4 ini, Pramuka diseluruh Karisedenan Madiun Setingkat SD/MI menyambutnya dengan antusias tinggi.
Giat Prestasi atau biasa disingkat dengan GP, tahun ini memasuki yang keempatnya. Kegiatan yang rutin diadakan tiap tahunnya dari pihak ISID Gontor ini mengundang beberapa sekolah sekarisedenan Madiun. Kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kepramukaan bagi penggalang ini sangat baik bagi murid-murid SD/MI yang bersangkutan. Selain untuk menumbuhkan rasa kepamukaan, kegiatan yang bersifat kompetisi ini juga membangun dan menumbuhkan rasa kebersamaan dalam kelompok dan keanggotaan.
“ Kami sangat senang dan bersemangat dengan GP tahun ini, karena baru kali ini kami bisa melaksanakannya diluar asrama kuliah. Dan juga dengan system perkemahan.” Ujar salah satu panitia.
Jadi, jika sebelumnya GP itu dilaksanakan diarea kampus ISID, kali ini mereka mencoba melaksanakannya diluar kampus dan dengan system perkemahan yang dilaksanakan selama 2 hari satu malam (10-11 April 2014).
Selain diisi dengan berbagai lomba kepramukaan, juga diisi dengan keagamaan seperti : Nasyid, Hafalan Juz Amma, Tartil Al-qur’an, dll. Selain itu juga, pada malam pertama dilaksanakan Malam Unggun Gembira yang juga diisi dengan penamppilan-penampilan yang dibawakan oleh masing-masing SD/MI yang berpartisipasi.
” Kendala dalam acara ini adalah masalah biaya, dikarenakan sering terjadi permaslahan tak terduga. Semisal konsumsi atau alat-alat lainnya.” Tutur salah seorang panitia yang sempat tim redaksi wawancara.
Esoknya (11/04/14), untuk pemenang Juara umum diraih oleh MI Ma’arif Polorejo dan untuk peraih juara favorit adalah SDN 1 Al-Jihad. Walaupun Walisongo tidak mendapat juara umum atau favorite, tapi tetap bangga dikarenakan mampu meraih Juara Andika Terbaik yang disandang oleh saudara M. Fikri, peserta lomba Nasyid yang mampu memikat juri sewaktu lomba dengan memberikan sebuah karangan bunga, sesuatu yang tak terduga.
Walau ada sedih yang terbayang karena tidak mampu menggondol juara, Walisongo tidak berputus asa.
” Ini adalah suatu batu loncatan kami dalam memajukan pramuka di Walisongo, menanamkan jiwa-jiwa pramuka pada adik-adik kami sejak dini.” Ungkap Al-akh Wira, selaku pembina pramuka untuk regu MI.
