KH.Ibrahim Thoyyib{“Jaman dulu dan mungkin sampai sekarang,orang percaya dengan IQ(Intelctual Quality)sebagai satu-satunya tolak ukur kecerdasan, IQ dianggap statis ,”Datang dari sononya” , Dengan kata lain; seorang yang dianggap bodoh akan selamanya bodoh, sekeras apapun ia berusaha untuk menjadi pintar”
“Mereka yang prestasinya bagus ,belum tentu mereka sukses dan kaya raya. Begitu sebaliknya, mereka yang prestasinya buruk di sekolah, belum tentu masa depannya suram ,sesuram nilai rapotnya.”}

=>Maka dari itu, kita sebagai santri maupun alumni janganlah kita berkecil hati, mari kita kuatkan niat dan tekad kita untuk menuntut ilmu di ngabar tercinta ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *